Skip to main content

Tukang bengkel yang baik (cerita singkat)

Tukang bengkel yang baik

Sudah sekian lama, Pak Boy menekuni kerja sebagai tukang bengkel. Setelah Ia tamat sekolah tekhnik mesin, di daerahnya. Ia menghabiskan waktu setiap harinya dibengkel bersama Dua Orang Anak buahnya. Tak jarang, Pak Boy sering mendapatkan bayaran lebih dari pelanggan, karena kejujuran dan kebaikannya,Dalam melayani setiap mereka yang membutuhkan jasa perbengkelannya.

Dulunya Ia sempat di bujuk oleh Ayahnya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.Tapi, Ia lebih memilih untuk membuka bengkel sendiri, dengan modal yang di berikan sang Ayah. Dalam karirnya, banyak menemukan berbagai kendala. Baik keterbatasan biaya untuk pegadaan perlengkapan bengkel, maupun biaya untuk Anak buahnya. Pak Boy pun tak mau menyerah dengan situasi ini, Ia terus berusaha dengan segala cara yang halal untuk bisa memenuhi kebutuhan alat-alat bengkel dan gaji Anak buahnya.

Sang waktu terus berdenyut, hari ke hari, bulan ke bulan juga tahun ke tahun. Perlahan, pendapatan dari bengkelnya sedikit membaik dengan hasil yang cukup lumayan. Hampir semua warga di tempat Ia tinggal, mengenal Pak Boy karena kebaikannya. Ia adalah orang yang sangat ramah, pandai bergaul dan juga memiliki kesabaran yang tinggi dalam menjalani hidup setiap harinya.
 
Suatu kesempatan, orang kaya itu datang di bengkelnya untuk ganti oli dan memasang spion motornya yang patah. Kala itu, motornya di tinggal karena Ia harus ke kantor ada urusan penting yang mendadak dan membutuhkan kehadiran si kaya ini.

"Pak Boy motor Saya ditinggal nanti pulang baru Saya datang ambil ucapnya sembari membuka pintu mobil mewahnya".

"Baik Pak...jawab Pak Boy dengan senyum yang ramah"

"Di benarin ya Pak, kalau semisalkan Saya tidak ada waktu atau langsung ke rumah, nanti Saya beritahukan Anak Saya biar nanti Dia yang datang ambil"

"Siap Pak...siap...lag-lagi Pak Boy menjawabnya".

Hingga sore hari, si kaya tak kunjung datang, untuk mengambil motornya. Pak Boy pun tetap menunggu.

Sepulangnya dari kantor Dia langsung ke rumah, dan menyuruh Anak laki-lakinya untuk mengambil motor di bengkel. Tiga puluh menit berlalu, Ia baru ingat kalau motor itu, remnya blong. Dia pun tak habis pikir dengan ini. Aduh Anak Saya bagaimana? Ya Tuhan semoga tidak terjadi apa-apa sama Anak Saya. Pikiran nya jadi tidak tenang. Sejam kemudian, Ia mendengar suara motor di gudang, tepat disamping rumahnya. Ia bangun dari tempat duduknya, berjalan cepat menuju gudang.

"Nak kamu tidak apa-apa kan?"
"Lho kenapa Ayah? jawab sang buah hati dengan kaget dan heran"
"Nak Ayah minta maaf ya Nak. Tadi Ayah lupa kasitahu sama tukang bengkel untuk memperbaiki rem motor ini. Setelah Kamu pergi baru, Ayah ingat Nak. Ya tapi syukur Kamu tidak apa-apa Anakku. Ucapnya dengan raut wajah yang legah".
"O...Iya Ayah tapi Aku bawa motornya dalam keadaan aman Ayah. Remnya juga baik Ayah tidak blong!"
"Ha? Benaran Nak?"
"Iya Ayah...coba saja Ayah bawa"

Ia minta kunci di Anaknya dan suru mengambil dompet di atas meja. Ia pun pergi ke bengkel lagi. setibanya disana, Pak Boy kaget.

"Selamat sore Pa Boy"
"Iya selamat sore Pa"
"Pa Boy Saya sangat berterimakasih sama Bapak"
"Kenapa Pa? Tadikan sudah di bayar Pak" Sambung Pak Boy
"Itu tadi Pak...rem motor, tadi ketika Saya suru Anak Saya datang ngambil, Saya lupa beritahu kalau remnya blong"
"Oh itu Pa, begitu di tes sama anak buah Saya, ternyata remnya blong, jadi di betulin sekalian tadi"
"Justru karena itu Pa, makanya Saya datang untuk berterimakasih sama Pa Boy"
"Iya Pak sama-sama Pak"

Baca juga : TERIMAKASIH TUHAN

Dengan senang hati Ia berterimakasih sama Pak Boy dan memberikan uang tambah kepadanya sambil berkata "Pak Boy uang ini tidak seberapa" Tapi yang bapak lakukan hari ini, adalah hal yang besar bagi Saya sekeluarga. Karena Bapak dan Anak buah Bapak telah menyelamatkan Anak Saya dari kecelakaan.
Foto koleksi pribadi


Comments

  1. ini ketikan sendiri gan ? bagus banget ayy

    ReplyDelete
  2. kata demi katanya apik, runtutannya jelas,, good

    ReplyDelete
  3. Wlaah ceritanya bagus banget, agan pernah kepikiran ikut lomba cerpen?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...belum mas Saya masih terus belajar nhe mas. terimakasih sudah mampir

      Delete
  4. Amanat ceritanya bagus gan, cma mungkin bisa di perbaiki kata2nya, itu di paragraf 2 kalimat 2 masa "dengan modal yg ia PINJAMKAN dari ayahnya"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas yusuf masukannya..iya mas saya sudah memperbaikinya. sarannya mas membangunkan Saya.

      Delete
  5. Wah... jadi terharu begini bacanya. Sangat inspiratif. Keren sekali.

    ReplyDelete
  6. Wah pak boy sangat baik ya, ini cerpen yg menarik dan menginspirasi gan

    ReplyDelete
  7. masih adakah orang sperti itu di dunia nyata?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia pertanyaan dasarnya mas. mungkin dari sejuta Orang, hanya 2 atau 3 orang yang seperti dalam cerita ini. terimakasih mampirnya

      Delete
  8. cerita yang sangat menarik mas.. sangat inspiratif..

    ReplyDelete
  9. Wah menarik ceritanya gan. Tinggal kumpulin jadikan satu buku kumpulan cerpen bagus nih gan

    ReplyDelete

Post a Comment

Budayakan membaca sebelum berkomentar. komentar harus sesuai cerita dan label. Dilarang menaruh link aktif dan juga spam. terimakasih kerja samanya.

CERITA POPULER

waktu adalah Uang(cerita humor)

Waktu adalah uang Disuatu kampung, memiliki tradisi yang sangat pekat. Yang mana, setiap penutupan tahun kampung tersebut mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya evaluasi penghasilan petani untuk seluruh mayarakyat kampung itu. 

Pada kesempatan itu, pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala suku untuk menyampaikan pidato didepan masyarakat yang hadir. Emsi : Baiklah Bapa/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pidato singkat dari kepala suku. Waktu dan kesempatan saya berikan. 

Semua masyarakat menyambut kepala suku dengan tepuk tangan yang meriah. Kepala suku : Baik terimakasih atas kesempatan yang di berikan, Bapa/Ibu yang saya banggakan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Essa karena penghasilan kita tahun ini sangat-sangat minim, mari kita tepuk tangan. Semua Masyarakat bersorak sorai dan bertepuk tangan, dan bahkan diantara mereka ada yang geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang sampaikan oleh pemimpin mereka. Masyarakat : waaaa...kepala su…

Sms No sex dan Sara adalah penipuan(cerita penting)

Sms No sex dan Sara adalah penipuanAwalnya saya sempat bingung dengan sms tersebut, dan saya sempat bertanya dalam hati. Darimana Dia mendapatkan nomor saya? Ketika itu saya mengabaikannya. Esok harinya sms ini pun muncul lagi.
Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, anehnya sms ini muncul dengan Nomor yang berbeda. 

Saya coba telfon nomor pengirimnya tapi "tidak bisa dihubungi" Kemudian di nomor yang minta untuk dihubungi juga, dengan nomor yang berbeda-beda. Setiap kali mengirim sms ke saya. 

Hari pertama, kedua dan selama satu minggu, sms ini dikirim ke Saya hampir setiap hari.
Dengan jam yang berbeda.
Pada minggu kedua sms ini pun, kembali masuk di nomor Saya, lalu Saya telfon menggunakan kartu tri Saya, di nomor yang tertera dalam sms tersebut 08091xxxxxx  satu menit telfon,  pulsa 10000 ribu habis. 
Saya kesal dan sempat marah, mau bilang apa? Ini kan salah sendiri. Tak terhenti disitu, besok dan besoknya lagi sms ini terus bermunculan masuk di nomor Saya. Dan waktu itu …

Aneh tapi lucu (cerita humor)

Tiga bersaudara Sebelum tiga bersaudara ini berpisah untuk merantau, mereka berjanji untuk menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari. sebagai tanda persaudaraan mereka. Salah satu sudara di antara mereka yang sudah lebih dulu berada di perantauan. Pergi ke warung yang sama setiap harinya di warung itu, pemuda ini selalu membelikan sasetan kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama.  Suatu hari pemilik warung bertanya kepada pemuda tersebut. Mas Saya melihat kamu selama ini, selalu membeli kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama?.
Lalu pemuda itu menjawab,....begini pak, kami ini tiga bersaudara satunya di pulau kayu, satunya lagi di pulai daun dan saya disini. Sebelum kami berangkat ke tempat kami masing-masing, kami punya perjanjian Pak. Yaitu, menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari untuk mengenang persaudaraan kami. Ow,,,,,,begitu, kata si pemilik warung.
Seminggu setelah itu, pemuda ini tidak pernah datang ke warung lagi, dan jarang terlihat di kompleks tempat Ia tinggal dan berk…

arti kata coconut(cerita humor)

Arti kata coconut
Coconut kata yang tak terlepas dari ingatan Boy, tak tahu darimana Dia mendengar kata ini.
Namun sayangnya, dia sendiri sama sekali tidak mengetahui arti kata”coconut” Kata ini pun menjadi santapan dalam pikirannya setiap saat Boy ingin tahu tapi dia sendiri kewalahan kepada siapa dia “caritahu untuk mengetahui arti kata ini?”
Suatu kesempatan dia lewat di depan rumah sahabatnya dan dia melihat temannya yang sedang duduk santai didepan teras rumahnya.
Permisi kawan sambil melayangkan senyum manisnya pada renal...
Eh...boy...mari duduk sini kawan. Sambut Renal dengan semangat. Sambil menikmati susana sore yang dingin dan sejuk. Boy bersisik pada Renal. Kawan bisakah saya bertanya? Iya bisa kawan. Kawan mau tanya apa, Lanjut Renal.
Boy cerita: jadi begini kawan, selama ini kata itu selalu ada dalam pikiran saya. Saya berusaha untuk lupa tapi gagal kawan. Renal : hahahahaha kata apa kawan. Boy : coconut kawan, tolong kawan, jelaskan ke saya apa artinya. Renal menunduk kepalanya denga…

Cinta tak pernah berakhir(cerita singkat)

Terimakasih(cerita singkat)

Terimakasih Tuhan Neri begitu Ia di sapa dalam keluarga, kerabat dan oleh teman-temannya di sekolah. Dia hidup dalam keluarga kecil, penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Hidupnya sederhana, Dia memahami betul latar belakang keluarga dan pekerjaan kedua Orang Tuanya. 
Ayah dan Ibunya hanya buruh ladang dengan penghasilan yang tidak tetap dalam setiap bulannya. Begitu pula dengan Dua Adiknya yang belum sekolah, mereka paham dengan keadaan keluarga dan pekerjaan dari kedua Orang Tua mereka.
Bagi mereka makan nasi setiap malam adalah santapan yang sangat istimewa.
Selain kesederhanaan yang dimilikinya, Neri juga Anak yang pandai melihat keadaan dan situasi Orang Tuanya, Dia rajin menabung dari hasil jualan pisang goreng tetangganya. Dia melakukan ini setiap hari, sehabis mengikuti pelajaran di sekolah.
Dengan kedua Adiknya, jika mereka tidak mengikuti Ibu dan Ayah ketempat mereka bekerja. Terkadang teman-temannya di sekolah sering mengejek ketika Dia mengenakan pakian yang kusut, robek d…

Nasi senjata(cerita humor)

Warung dengan menu asingDisuatu waktu yang telah lewat, Saya mampir di sebuah tempat makan, saya langsung membaca Papan menu yang tertempel di dinding.
"Menu makanan"
1. Lele terbang
2. Ayam Geprek
3. Lontong balap
4. Tahu pocong
5. Tahu Iblis
6. Bakso Rudal
7. Bakso Bom
8. Bakso granat
9. Bakso peluru
Dari menu makanannya saya jadi penasaran, dan bertanya dalam hati.
Kok makanan ini saya belum kenal ya?..
Tiba pelayan cewek disitu datang dengan wajahnya yang cantik, dan penuh ramah dan Dia menanyakan ku, Mas mau pesan apa?..
Dalam keadaan masih bingung memilih menu, Saya langsung Menjawab: Mba Saya pesan paket makanan Senjata ya,
Jangan lupa granat, rudal, sama bomnya.
Mba... Iya...Mas bagaimana? Saya kwatir nhe Mba... Kwathir apanya mas.... Jangan-jangan kalau saya berak nanti yang keluar Tank..... hahahahahahahahahahahaha
Baca juga : Singa vs harimau
Alamat facebookIni adalah cerita sahabat yang tinggal pada tempat yang berbeda, di daerah perantauan mereka
sore itu temanya telfon.
Se…

Liburan(cerita singkat)

Liburan mendatangkan kehampaan Dua jam yang lalu Ia pergi, tasnya tergantung pada kedua bahunya, satu tas kecil Ia pegang. Sebelum Ia pergi, kemarinya Ia banyak memberi pesan padaku. malamnya Ia tidur dengan susana hati yang tidak tenang. Sesekali Ia memanggilku untuk mendekatinya dan katanya, ada yang Dia mau bicarakan padaku.
Aku mendekatinya sambil menikmati segelas kopi, dengan taburan asap yang keluar dari mulutku. Aku dengar Ia bicara. Nada lembut, suara lembut, begitulah Ia menyampaikan segala yang ada dipikirannya untukku.
Terkadang Aku merasa heran,kenapa Dia tidak tidur, melihat dirinya juga seperti Ia kurang tenang dan nyaman.
Sesekali Aku merespon apa yang Ia bicarakan padaku. Sudah lima tahun kami menjalani pacaran, semenjak tahun pertama saya berada di kota ini. Selama lima tahun yang telah kami lewati, banyak rentetan cerita dan kisah yang membuat kami menangis, sedih juga bahagia.
Dia banyak mengingatkanku segala sesuatu, termasuk sifat dan caraku merespon Dia. Aku pun sama…