Skip to main content

Ku pandang dirimu(puisi)



 Ku pandang dirimu

Foto sendiri

 

Ku pandang dirimu yang tak bergerak di depan layar dalam maya, siapakah dia yang merapat ke sisi kita? Ungkapku dengan pikiran yang kelam. Engkau tak membalas kataku itu.

Aku diam, Engkau pun diam. Aku menunggu torehan kata di layar itu. Mungkin, engkau juga sama. Apakah engkau menunggu ku berkata lebih lanjut tentangnya?.

Kenal kah engkau padanya?

Aku di gemuru sepi, menusuk pikiran beribu-ribu.

Bayang-bayang pun menghimpit ruang hati. Yang kini menyeruak, menghalangi relungku. Perlahan aku mematahkan itu, kembalilah ke cerita masa lalu yang begitu menyenangkan.

Antara kau dan aku

Ku kecup keningmu, dengan belaian mesra. Engkau menatapku, sesaat aku memandang sejuta asa dalam jiwa, menari-nari di atas gelombang cinta yang kian pekat.

Itulah cerita kita, tentang hari kemarin yang telah berlalu.

Kini kataku tak di sapa.
Undurlah, bisikan ku saat itu. Sepertinya  daun-daun telah gugur ,di terpa angin musim semi yang menguat. Kembali ku tatap layar, kelam menyapa. Tanpa jeda ku sisipkan kata: Bunuh, bunuhlah aku. Kenapa engkau hanya diam.

Engkau Ibuku 


  
Ilustrasi sawa, kebun dan kampungku

Tere itu namamu, itu sapamu. Di usiamu tua renta, mengingkatkanku disaat matahari meninggi membubung langit, dengan terikan panas tersengat. Kini kulitmu keriput, termakan usia yang mengawalmu detik demi detik. Di lereng itu, tempat yang kini ku pandang engkau menghabiskan hari-harimu.

Tak tahu apakah engkau disana, bersedih?

Engkau memperlihatkan ku geramnya hidup, di balik tanganmu menyiangi rumput meski hujan, panas mengitarimu. Sesaat engkau membasuh keringat, sesaat engkau berteduh. Tampak dirimu lelah, di saat angkuh nya hujan, panas, menyelimuti dirimu.
Tere gambaran hidupmu mendiami hatiku.

Fajar menjemput bumi di kala pagi, engkau pergi. Dengan menggantukan keranjang yang kau anyam dari bambu, ke tempat yang biasa kau habiskan dengan aktifitasmu.
  
Ketika mentari hendak meredup, aku melihatmu. Melihatmu jalan dengan junjungan dikepalamu, dan di bahu anyaman itu tak kau lepaskan meskipun lelah menghampiri. Engkau tegar dengan derapan kaki menelusuri setapak bebatuan yang sempit.

Kini ku tapaki jalan yang pernah kau lalui.

Sejuta asa mengapung di dalamku, akan hari esok yang menanti kehadiranku dalam kebahagiaan.

Tere engkaulah sang ibu, ibu yang membesarkan aku. Jalan hidupmu mengantar aku pada kisah perjuangan yang kini ku emban di keseharianku.


Comments

  1. Sebuah kenangan untuk seorang ibu, yang saat ini dan suatu saat nanti akan dirindukan

    ReplyDelete
  2. "Undurlah, bisikan ku saat itu. Sepertinya daun-daun telah gugur ,di terpa angin musim semi yang menguat. Kembali ku tatap layar, kelam menyapa. Tanpa jeda ku sisipkan kata: Bunuh, bunuhlah aku. Kenapa engkau hanya diam."
    Sungguh bagian yang sangat menyentuh dan membuat tetesan air mata hampir saja keluar!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat dan menghibur

      Delete

Post a Comment

Budayakan membaca sebelum berkomentar. komentar harus sesuai cerita dan label. Dilarang menaruh link aktif dan juga spam. terimakasih kerja samanya.

CERITA POPULER

waktu adalah Uang(cerita humor)

Waktu adalah uang Disuatu kampung, memiliki tradisi yang sangat pekat. Yang mana, setiap penutupan tahun kampung tersebut mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya evaluasi penghasilan petani untuk seluruh mayarakyat kampung itu. 

Pada kesempatan itu, pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala suku untuk menyampaikan pidato didepan masyarakat yang hadir. Emsi : Baiklah Bapa/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pidato singkat dari kepala suku. Waktu dan kesempatan saya berikan. 

Semua masyarakat menyambut kepala suku dengan tepuk tangan yang meriah. Kepala suku : Baik terimakasih atas kesempatan yang di berikan, Bapa/Ibu yang saya banggakan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Essa karena penghasilan kita tahun ini sangat-sangat minim, mari kita tepuk tangan. Semua Masyarakat bersorak sorai dan bertepuk tangan, dan bahkan diantara mereka ada yang geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang sampaikan oleh pemimpin mereka. Masyarakat : waaaa...kepala su…

Sms No sex dan Sara adalah penipuan(cerita penting)

Sms No sex dan Sara adalah penipuanAwalnya saya sempat bingung dengan sms tersebut, dan saya sempat bertanya dalam hati. Darimana Dia mendapatkan nomor saya? Ketika itu saya mengabaikannya. Esok harinya sms ini pun muncul lagi.
Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, anehnya sms ini muncul dengan Nomor yang berbeda. 

Saya coba telfon nomor pengirimnya tapi "tidak bisa dihubungi" Kemudian di nomor yang minta untuk dihubungi juga, dengan nomor yang berbeda-beda. Setiap kali mengirim sms ke saya. 

Hari pertama, kedua dan selama satu minggu, sms ini dikirim ke Saya hampir setiap hari.
Dengan jam yang berbeda.
Pada minggu kedua sms ini pun, kembali masuk di nomor Saya, lalu Saya telfon menggunakan kartu tri Saya, di nomor yang tertera dalam sms tersebut 08091xxxxxx  satu menit telfon,  pulsa 10000 ribu habis. 
Saya kesal dan sempat marah, mau bilang apa? Ini kan salah sendiri. Tak terhenti disitu, besok dan besoknya lagi sms ini terus bermunculan masuk di nomor Saya. Dan waktu itu …

Tukang bengkel yang baik (cerita singkat)

Aneh tapi lucu (cerita humor)

Tiga bersaudara Sebelum tiga bersaudara ini berpisah untuk merantau, mereka berjanji untuk menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari. sebagai tanda persaudaraan mereka. Salah satu sudara di antara mereka yang sudah lebih dulu berada di perantauan. Pergi ke warung yang sama setiap harinya di warung itu, pemuda ini selalu membelikan sasetan kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama.  Suatu hari pemilik warung bertanya kepada pemuda tersebut. Mas Saya melihat kamu selama ini, selalu membeli kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama?.
Lalu pemuda itu menjawab,....begini pak, kami ini tiga bersaudara satunya di pulau kayu, satunya lagi di pulai daun dan saya disini. Sebelum kami berangkat ke tempat kami masing-masing, kami punya perjanjian Pak. Yaitu, menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari untuk mengenang persaudaraan kami. Ow,,,,,,begitu, kata si pemilik warung.
Seminggu setelah itu, pemuda ini tidak pernah datang ke warung lagi, dan jarang terlihat di kompleks tempat Ia tinggal dan berk…

arti kata coconut(cerita humor)

Arti kata coconut
Coconut kata yang tak terlepas dari ingatan Boy, tak tahu darimana Dia mendengar kata ini.
Namun sayangnya, dia sendiri sama sekali tidak mengetahui arti kata”coconut” Kata ini pun menjadi santapan dalam pikirannya setiap saat Boy ingin tahu tapi dia sendiri kewalahan kepada siapa dia “caritahu untuk mengetahui arti kata ini?”
Suatu kesempatan dia lewat di depan rumah sahabatnya dan dia melihat temannya yang sedang duduk santai didepan teras rumahnya.
Permisi kawan sambil melayangkan senyum manisnya pada renal...
Eh...boy...mari duduk sini kawan. Sambut Renal dengan semangat. Sambil menikmati susana sore yang dingin dan sejuk. Boy bersisik pada Renal. Kawan bisakah saya bertanya? Iya bisa kawan. Kawan mau tanya apa, Lanjut Renal.
Boy cerita: jadi begini kawan, selama ini kata itu selalu ada dalam pikiran saya. Saya berusaha untuk lupa tapi gagal kawan. Renal : hahahahaha kata apa kawan. Boy : coconut kawan, tolong kawan, jelaskan ke saya apa artinya. Renal menunduk kepalanya denga…

Cinta tak pernah berakhir(cerita singkat)

Terimakasih(cerita singkat)

Terimakasih Tuhan Neri begitu Ia di sapa dalam keluarga, kerabat dan oleh teman-temannya di sekolah. Dia hidup dalam keluarga kecil, penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Hidupnya sederhana, Dia memahami betul latar belakang keluarga dan pekerjaan kedua Orang Tuanya. 
Ayah dan Ibunya hanya buruh ladang dengan penghasilan yang tidak tetap dalam setiap bulannya. Begitu pula dengan Dua Adiknya yang belum sekolah, mereka paham dengan keadaan keluarga dan pekerjaan dari kedua Orang Tua mereka.
Bagi mereka makan nasi setiap malam adalah santapan yang sangat istimewa.
Selain kesederhanaan yang dimilikinya, Neri juga Anak yang pandai melihat keadaan dan situasi Orang Tuanya, Dia rajin menabung dari hasil jualan pisang goreng tetangganya. Dia melakukan ini setiap hari, sehabis mengikuti pelajaran di sekolah.
Dengan kedua Adiknya, jika mereka tidak mengikuti Ibu dan Ayah ketempat mereka bekerja. Terkadang teman-temannya di sekolah sering mengejek ketika Dia mengenakan pakian yang kusut, robek d…

Nasi senjata(cerita humor)

Warung dengan menu asingDisuatu waktu yang telah lewat, Saya mampir di sebuah tempat makan, saya langsung membaca Papan menu yang tertempel di dinding.
"Menu makanan"
1. Lele terbang
2. Ayam Geprek
3. Lontong balap
4. Tahu pocong
5. Tahu Iblis
6. Bakso Rudal
7. Bakso Bom
8. Bakso granat
9. Bakso peluru
Dari menu makanannya saya jadi penasaran, dan bertanya dalam hati.
Kok makanan ini saya belum kenal ya?..
Tiba pelayan cewek disitu datang dengan wajahnya yang cantik, dan penuh ramah dan Dia menanyakan ku, Mas mau pesan apa?..
Dalam keadaan masih bingung memilih menu, Saya langsung Menjawab: Mba Saya pesan paket makanan Senjata ya,
Jangan lupa granat, rudal, sama bomnya.
Mba... Iya...Mas bagaimana? Saya kwatir nhe Mba... Kwathir apanya mas.... Jangan-jangan kalau saya berak nanti yang keluar Tank..... hahahahahahahahahahahaha
Baca juga : Singa vs harimau
Alamat facebookIni adalah cerita sahabat yang tinggal pada tempat yang berbeda, di daerah perantauan mereka
sore itu temanya telfon.
Se…

Liburan(cerita singkat)

Liburan mendatangkan kehampaan Dua jam yang lalu Ia pergi, tasnya tergantung pada kedua bahunya, satu tas kecil Ia pegang. Sebelum Ia pergi, kemarinya Ia banyak memberi pesan padaku. malamnya Ia tidur dengan susana hati yang tidak tenang. Sesekali Ia memanggilku untuk mendekatinya dan katanya, ada yang Dia mau bicarakan padaku.
Aku mendekatinya sambil menikmati segelas kopi, dengan taburan asap yang keluar dari mulutku. Aku dengar Ia bicara. Nada lembut, suara lembut, begitulah Ia menyampaikan segala yang ada dipikirannya untukku.
Terkadang Aku merasa heran,kenapa Dia tidak tidur, melihat dirinya juga seperti Ia kurang tenang dan nyaman.
Sesekali Aku merespon apa yang Ia bicarakan padaku. Sudah lima tahun kami menjalani pacaran, semenjak tahun pertama saya berada di kota ini. Selama lima tahun yang telah kami lewati, banyak rentetan cerita dan kisah yang membuat kami menangis, sedih juga bahagia.
Dia banyak mengingatkanku segala sesuatu, termasuk sifat dan caraku merespon Dia. Aku pun sama…