Skip to main content

Cinta tak pernah berakhir(cerita singkat)

 Cinta kita tak pernah berakhir

Foto koleksi pribadi
Boy lelaki sederhana, hidupnya tidak dipenuhi dengan kemewahan. Dia bekerja di sebuah pabrik, dengan penghasilan yang pas-pasan itu pun Dia kerja dari pagi hingga sore hari.
Selama lima tahun bekerja setelah selesai diploma Dia hanya hidup sendiri.

Perkenalannya dengan Bunga, memang sedikit terpukul tentang penilaian dirinya ole keluarga, krabat dan teman-teman Bunga begitupun dengan para tetangga Bunga dan juga Boy.

Baginya itu hal yang biasa, rasa cintanya terhadap Bunga tak terhenti, mesti begitu Ia dinilaikan sama krabat, teman, tetangga dan keluarganya Bunga.

Sepertinya pasangan ini, tak dapat dipisahkan lagi. Bisikan kata selalu menghiasi telinga mereka disaat mereka bersama. Namun hati, pikiran dan cinta mereka tak menyulut untuk berpisah

Boy adalah seorang yang sedikit pandai melukis walaupun tampak, tidak seperti para seniman yang mahir dalam melukis.

Kamarnya dipenuhi lukisan wajah Bunga dengan gantungan burung merpati yang berpasangan yang Ia buatkan dari kertas.

Begitu juga Bunga.  Terkadang Boy  memberi lukisannya untuk bunga bersamaan dengan gantungan burung yang terbuat dari kertas.

Inipun terpajang dan menjajak dikamarnya Bunga.

Di hari libur itu, semua kelaurga dan teman-teman Bunga berkumpul, melepas lelah dari pekerjaan yang menumpuk kemarinya.

Bunga adalah anak bungsu dari orang berpengaruh dikota itu dan sangat terkenal kekayanya hampir dipelosok negeri itu.

Sambil menikmati makan siang, Kakak, Ayah,Ibu dan teman-teman Bunga mulai cerita tentang Boy.

Apa sih yang kamu suka dari laki-laki itu, pekerjaan dengan hasil yang pas-pasan. Tampang juga pas-pasan. Ungkap kakak sulungnya sambil melihat Bunga dengan serius, coba Kamu sama Andy anak dari teman papa itu, pastinya Kamu hidup dalam kemewahan nanti. lanjutnya lagi.

Teman-teman Bunga pun ikut merespon. Omongan kakak sulungnya itu

 IyaBoy itu tidak selevel dengan kamu Bunga, kamu cantik, lembut dan kamu juga punya pekerjaan yang sangat bagus. Sebentar lagi posisi kamu dikantor, akan naik ke posisi yang lebih tinggi lagi. Lanjut salah satu teman Bunga. 

Bunga pun bersuara bagiku bukan harta, bukan juga pekerjaan apalagi uangtapi bagaimana, sejatinya perasaan yang ada dalam diriku untuk selamanya. "Kebahagiaan terukur bukan dari semua itu, melainkan dari perasaan yang telahir dari dasar hati dan jiwa". Lanjutnya lagi, sambil melihat sang Ayah dengan muka sedikit memerah.

Iya sudah kalau memang kamu memilih Boy, untuk pendampingmu selamanya.iya kan pa? Ucap Ibunya sambil melihat Ayah nya.

Iya Ma tapi, Bunga putri bungsu kita satu-satunya yang papa sayangi. Ayah tidak mau melihatnya susah. Semua kaka-kakanya menikah dengan lelaki perkasa dengan penghasilan yang begitu baik. Bunga inikan punya pekerjaan yang bagus, hasilnya pun sangat-sangat memuaskan, kuliah juga s2.
Ya kalau memang itu pilihannya ya sudah Ayah juga tidak memaksakan kamu sama Andy. Kata Ayah nya dengan serius.

Di hari pernikahan mereka, teman, tetangga merasa kurang yakin dengan semua ini. ada yang berbisik, ini nanti tidak bertahan lama. Ucap tetangga dan teman Bunga yang turut hadir dalam acara pernikahan mereka.

Setahun setelah pernikahan, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki posisi Bunga dikantor saat itu, sudah bergeser ke posisi yang lebih tinggi dengan gaji yang sangat besar.

Bisikan tetangga, kerabat, teman dan kaka-kakanya belum berhenti. Boy memang laki-laki yang sangat beruntung bisa menikahi Bunga.

Setelah putra mereka umur lima tahun, mereka dikaruniai seorang putri, yang mungil dan cantik seperti Ibunya.

Saat itupun posisi Bunga di kantor kian menggeliat begitupun gajinya.

Suatu kesempatan, Bunga kecelakaan dan harus menjalani rawat khusus di rumah sakit karena cedra pada bagian kepala dan kakinya.

Saat itu, ketulusan dan cintanya Boy nampak kesan terlihat, dengan perhatian yang penuh terhadap Isteri tercintanya.

Setiap malam Dia menhabiskan waktu dirumah sakit menjaga Bunga dan selalu berada disampingnya.

Pagi, Ia berangkat kerja dan mengurusi Putra, Putrinya. Sore setelah pulang Dia langsung ke rumah sakit. terkadang Ia dengan putra dan putrinya.

Teman-teman dan tetangga pun mulai berbagi cerita, pasti Boy nikah lagi kalau tidak menikah lagi, siapa yang mengurus anak-anaknya.

Lagian Bunga sudah empat bulan dirumah sakit. Katanya, posisinya dikantor sudah tergantikan oleh yang lain.

Mendengar itu, Boy hanya diam dan sesekali ketika menemani sang Isteri, Ia selalu bicara sayang, ini adalah tantangan dan itulah hidup. Cinta, kasih, dan sayangku hanya untukmu.

Ingatkan janji kita sebelum  menikah sewaktu pacaran apapun itu kita tetap bersama selamanya. Ucap Boy sambil mengecup kening dan mencium tanganya.

Bunga menjawabnya dengan deraian air mata yang berkucuran dipipihnya

Setelah keluar dari rumah sakit, Bunga pun harus menggunakan kursi roda, karena lumpuh pada kedua kakinya.

Segalanyapun hilang. pekerjaan, dan juga jabatan. Bagi Boy inilah saatnya menunjukan cinta dan perjanjian mereka.

Dua tahun berlalu, para tetangga dan teman-teman terus bicara kapan ya Dia nikahucapan itu tak asing lagi bagi Boy.

Terkadang Ia memandikan Bunga, setelah pulang maupun sebelum berangkat kerja disamping Ia mengurus Putra dan Putrinya.

Di akhir pekan mereka pun menhabiskan waktu bersama baik keluar kota, maupun ketempat lain bersama Putra dan Putri mereka. Bunga pun selalu ikut.

Terkadang Bunga kasian dan menolak untuk ikut pergi, karena harus mendorong kursi roda sana sini oleh suami tercintanya. Tapi Boy selalu bilang, sayang ingatkan janji kita sebelem menikah apapun itu kita harus bersama selamanya. Bunga senyum dalam kesedihan diikuti dengan air mata.

Enam tahun berlalu teman, krabat dan para tetangga pun berbisik dan berceritaBoy memang laki-laki yang sangat sabar dan penyayang Bunga sangat beruntung mendapatkan laki-laki seperti Boy.

Hingga putra dan putri mereka kuliah dan nikah. Boy tidak pernah meninggalkan Bunga, Dia hanya ingat dan selalu ingat pada janji mereka dan juga perasaan cinta yang mengapit dan mendiami lubuk hatinya untuk Bunga. Begitu pula dengan sang kekasih tercintanya Bunga.

Baca juga :Cerita singkat terimakasih Tuhan

Tamat


Comments

CERITA POPULER

waktu adalah Uang(cerita humor)

Waktu adalah uang Disuatu kampung, memiliki tradisi yang sangat pekat. Yang mana, setiap penutupan tahun kampung tersebut mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya evaluasi penghasilan petani untuk seluruh mayarakyat kampung itu. 

Pada kesempatan itu, pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala suku untuk menyampaikan pidato didepan masyarakat yang hadir. Emsi : Baiklah Bapa/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pidato singkat dari kepala suku. Waktu dan kesempatan saya berikan. 

Semua masyarakat menyambut kepala suku dengan tepuk tangan yang meriah. Kepala suku : Baik terimakasih atas kesempatan yang di berikan, Bapa/Ibu yang saya banggakan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Essa karena penghasilan kita tahun ini sangat-sangat minim, mari kita tepuk tangan. Semua Masyarakat bersorak sorai dan bertepuk tangan, dan bahkan diantara mereka ada yang geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang sampaikan oleh pemimpin mereka. Masyarakat : waaaa...kepala su…

Sms No sex dan Sara adalah penipuan(cerita penting)

Sms No sex dan Sara adalah penipuanAwalnya saya sempat bingung dengan sms tersebut, dan saya sempat bertanya dalam hati. Darimana Dia mendapatkan nomor saya? Ketika itu saya mengabaikannya. Esok harinya sms ini pun muncul lagi.
Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, anehnya sms ini muncul dengan Nomor yang berbeda. 

Saya coba telfon nomor pengirimnya tapi "tidak bisa dihubungi" Kemudian di nomor yang minta untuk dihubungi juga, dengan nomor yang berbeda-beda. Setiap kali mengirim sms ke saya. 

Hari pertama, kedua dan selama satu minggu, sms ini dikirim ke Saya hampir setiap hari.
Dengan jam yang berbeda.
Pada minggu kedua sms ini pun, kembali masuk di nomor Saya, lalu Saya telfon menggunakan kartu tri Saya, di nomor yang tertera dalam sms tersebut 08091xxxxxx  satu menit telfon,  pulsa 10000 ribu habis. 
Saya kesal dan sempat marah, mau bilang apa? Ini kan salah sendiri. Tak terhenti disitu, besok dan besoknya lagi sms ini terus bermunculan masuk di nomor Saya. Dan waktu itu …

Tukang bengkel yang baik (cerita singkat)

Aneh tapi lucu (cerita humor)

Tiga bersaudara Sebelum tiga bersaudara ini berpisah untuk merantau, mereka berjanji untuk menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari. sebagai tanda persaudaraan mereka. Salah satu sudara di antara mereka yang sudah lebih dulu berada di perantauan. Pergi ke warung yang sama setiap harinya di warung itu, pemuda ini selalu membelikan sasetan kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama.  Suatu hari pemilik warung bertanya kepada pemuda tersebut. Mas Saya melihat kamu selama ini, selalu membeli kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama?.
Lalu pemuda itu menjawab,....begini pak, kami ini tiga bersaudara satunya di pulau kayu, satunya lagi di pulai daun dan saya disini. Sebelum kami berangkat ke tempat kami masing-masing, kami punya perjanjian Pak. Yaitu, menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari untuk mengenang persaudaraan kami. Ow,,,,,,begitu, kata si pemilik warung.
Seminggu setelah itu, pemuda ini tidak pernah datang ke warung lagi, dan jarang terlihat di kompleks tempat Ia tinggal dan berk…

arti kata coconut(cerita humor)

Arti kata coconut
Coconut kata yang tak terlepas dari ingatan Boy, tak tahu darimana Dia mendengar kata ini.
Namun sayangnya, dia sendiri sama sekali tidak mengetahui arti kata”coconut” Kata ini pun menjadi santapan dalam pikirannya setiap saat Boy ingin tahu tapi dia sendiri kewalahan kepada siapa dia “caritahu untuk mengetahui arti kata ini?”
Suatu kesempatan dia lewat di depan rumah sahabatnya dan dia melihat temannya yang sedang duduk santai didepan teras rumahnya.
Permisi kawan sambil melayangkan senyum manisnya pada renal...
Eh...boy...mari duduk sini kawan. Sambut Renal dengan semangat. Sambil menikmati susana sore yang dingin dan sejuk. Boy bersisik pada Renal. Kawan bisakah saya bertanya? Iya bisa kawan. Kawan mau tanya apa, Lanjut Renal.
Boy cerita: jadi begini kawan, selama ini kata itu selalu ada dalam pikiran saya. Saya berusaha untuk lupa tapi gagal kawan. Renal : hahahahaha kata apa kawan. Boy : coconut kawan, tolong kawan, jelaskan ke saya apa artinya. Renal menunduk kepalanya denga…

Jeritan Alam ( Puisi )

Jeritan Alam Dia menjerit jeritannya tak bersuara
Dia menangis dalam tangisan tak bersuara
Dia menangis dengan air mata tak terlihat
Dia mengeluh dalam diam. Diam tak bersuara
Dia sunyi
Dia senyap
Burungpun hinggap di dahan kerontang yang lusuh, bukan dimakan usia.
Mereka ingin kembali terlihat, hanyalah hamparan yang menghampa Dalam gelisah pun mereka beranjak.
Dia menangis
Dia menangis
Ketika melihat si merah melalap, biru udara pun menyambung Dengan selimut hitam yang kian  pekat mengangkasa.

Tersisa hanyalah bercak hitam terhampar dan mengapung di tanah yang kering Sebentar lagi Dia ketepi dan lenyap. Lenyap dari pandangan
Baca juga:puisi rindu mengalungkan asa dan juga puisi aku didalam kamu
Penulis, Admin blog Kota tua, 20 april 2017

Tulisan si Boy(cerita singkat)

Tulisan Si Boy Tidak seperti biasanya, pagi itu, Andy mendahului kami semua. Tumben, pagi itu Dia berangkat pagi-pagi ke sekolah. Semenjak satu minggu yang lalu, kami menyelesaikan ujian tengah semester. Beberapa mata pelajaran hasilnya telah kami terima.
Bring...bring...bring, bunyi lonceng sebagai tanda bahwa sebentar lagi pelajaran di mulai. Dengan formal seperti biasa. Andy ayo masuk kelas ajakku dengan senyum.
Ndy...tumben kamu datang pagi-pagi hari ini, ada apa ya. Apakah aku tak bermimpi melihatmu pagi ini?
Hmmm...memangnya kenapa Jov,,,ko kamu bilang seperti itu! Aku kan rajin Jov, Kamu tahukan itu? Iya Ndy! Tapi tumben pagi ini, Kamu datang pagi-pagi dan bahkan mendahului kami semua.
Ayolah kita masuk kelas nanti baru kita bicarakan itu tegasnya dengan wajah yang sedikit murung. Beberapa menit dalam kelas, Dia melemparkan secarit kertas ke bahuku. Jov nilai ujianmu kemarin berapa?
Hmmm,,,Ips aku dapat nilai 8,5, Ndy. Kamu lihat punya saya tidak? Tidak Ndy, jawab Jov. Sebenarnya Dia …