Skip to main content

Catatan di hari ulang tahunku (cerita singkat)



 Catatan di hari ulang tahunku


Di hari itu, tepatnya pukul tiga sore aku menyepi sendiri di dalam kamar. Teman-teman ku belum pulang dari tempat kerja mereka masing-masing. Hanya Aku yang pulang lebih awal, kebetulan di hari itu Aku masuk kerja, pagi hari. Kesepian kian mendalam, hayalpun tanpa sekat, mengantar ke masa kecil, masa dimana Aku bahagia dalam belaian Ibu dan Ayah seperti teman-temanku yang lain.

Saat ini, Rinduku hanyalah kata sapa, merajut sepih yang memakan hati. Nama, itu yang selalu ku ingat. Selembar foto hitam putih yang agak pudar di makan usia, itu yang selalu bawa kemanapun aku pergi. Ucapan manis, sapaan lembut bagiku, sebuah kerinduan yang  tak terjawab.

Tak sadar air matapun terkucur hingga, berlalunya waktu di sore itu hampir saja Aku tak disadari. Aku mengambil handphone yang ku letakkan diatas lemari tadinya, dan melihat jam. Ternyata, sudah pukul tujuh malam. Hari ini, adalah hari keistimewaanku, hari kebahagiaanku. Kataku dalam hati. Tapi kenapa Aku dibujuk sedih?

Aku adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Aku menghabiskan masa kecilku di kampung tempat kelahiranku. Rentetan cerita masa kecil, masih tersimpan sepertinya tak mau bertepih dari dalam pikiranku. Leih-lebih disaat aku dalam keadaan sepih dan di hari-hari uang tahunku.

Kala itu, ada teman yang cerita, kalau Ibu dan Ayahku sudah tiada. Tapi, Aku tidak begitu yakin dengan omongan mereka. Yang Aku pikirkan disaat itu, bahwa seorang kaka sulung yang membesarkan Aku adalah Ayahku dan Istrinya adalah Ibuku. Terkadang ketika aku memanggil kakakku Ayah, dia sering menjawab dengan raut wajah yang sedih. Tapi Aku tak menghiraukan itu, sebab Aku belum tahu dan mengerti siapa mereka berdua yang sebenarnya. Dan bahkan ketika Aku menyapa, mereka memelukku dengan erat sambil berpura-pura membasuh keringat diwajah.

Itulah yang sering aku lihat dan teringat, hingga detik ini.

Waktu umur dua belas tahun, saat itu aku duduk di bangku kelas enam SD. Dan sebentar lagi masuk sekolah menengah pertama. Cerita dan bisikan teman-teman yang sedari kecil Aku dengar hingga saat itu, membuat Aku penasaran. Terkadang Aku sering bertanya dan berbisik dalam hati. Anak siapakah aku? Terus yang membesarkan Aku siapa? Bukannya mereka berdua Orang Tuaku! Jadinya bingung di rundung sedih yang mendalam.

Hari itu kakaku baru pulang kerja, dia menyuruhku membuat segelas kopi. Setelah ku buatkan kopi, Aku duduk disampingnya.  Perlahan aku bersuara, Ayah kata teman-temanku, Ayah bukan Ayahku melainkan kakak kandungku, betul begitu Ayah? Siapa yang cerita sayang...mereka hanya bercanda sama kamu. Jawab kakaku, sedikit membuang muka melihat ke arah jendela  yang belum tertutup. Tapikan mereka bicaranya sering Ayah, bukan hanya sekali, dari kecil mereka selalu bilang begitu ke Aku.

Kakak ku memanggil istrinya. Mereka pun biacara berdua dengan suara yang tidak ku dengar. Lalu, mereka memanggilku. kaka laki-lakiku tunduk dengan air mata yang tak terbendung, sedangkan istrinya memeluku dengan belaian mesra, layaknya seorang mama yang melahirkan Aku.

Sayang ucap kaka ku dengan suara yang dalam, kata teman-teman kamu itu benar, Ayah meninggal sebelum kamu lahir. Sedangkan Ibu, meninggal ketika kamu usia lima bulan sayang. Aku diam sesaat. Lalu aku memeluk keduannya dengan tangisan. Kesedihan membalut, kehampaanpun menggema silih berganti di dalam ku.

Aku merindukan belaian Ibu, Aku merindukan belain Ayah.

Aku ingin bercerita aku ingin menyampaikan segala keluh dan kesahku.

Aku mau mencurahkan segala rasa sayang dan cintaku pada kalian.

Tetes demi tetes air mataku jatuh, dalam kerinduan yang tak berujung.

Ayah, Ibu terimakasih telah menitipkan kaka yang baik untukku.

Baca juga : Tukang bengkel yang baik-cerita singkat

Comments

CERITA POPULER

waktu adalah Uang(cerita humor)

Waktu adalah uang Disuatu kampung, memiliki tradisi yang sangat pekat. Yang mana, setiap penutupan tahun kampung tersebut mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya evaluasi penghasilan petani untuk seluruh mayarakyat kampung itu. 

Pada kesempatan itu, pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala suku untuk menyampaikan pidato didepan masyarakat yang hadir. Emsi : Baiklah Bapa/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pidato singkat dari kepala suku. Waktu dan kesempatan saya berikan. 

Semua masyarakat menyambut kepala suku dengan tepuk tangan yang meriah. Kepala suku : Baik terimakasih atas kesempatan yang di berikan, Bapa/Ibu yang saya banggakan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Essa karena penghasilan kita tahun ini sangat-sangat minim, mari kita tepuk tangan. Semua Masyarakat bersorak sorai dan bertepuk tangan, dan bahkan diantara mereka ada yang geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang sampaikan oleh pemimpin mereka. Masyarakat : waaaa...kepala su…

Sms No sex dan Sara adalah penipuan(cerita penting)

Sms No sex dan Sara adalah penipuanAwalnya saya sempat bingung dengan sms tersebut, dan saya sempat bertanya dalam hati. Darimana Dia mendapatkan nomor saya? Ketika itu saya mengabaikannya. Esok harinya sms ini pun muncul lagi.
Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, anehnya sms ini muncul dengan Nomor yang berbeda. 

Saya coba telfon nomor pengirimnya tapi "tidak bisa dihubungi" Kemudian di nomor yang minta untuk dihubungi juga, dengan nomor yang berbeda-beda. Setiap kali mengirim sms ke saya. 

Hari pertama, kedua dan selama satu minggu, sms ini dikirim ke Saya hampir setiap hari.
Dengan jam yang berbeda.
Pada minggu kedua sms ini pun, kembali masuk di nomor Saya, lalu Saya telfon menggunakan kartu tri Saya, di nomor yang tertera dalam sms tersebut 08091xxxxxx  satu menit telfon,  pulsa 10000 ribu habis. 
Saya kesal dan sempat marah, mau bilang apa? Ini kan salah sendiri. Tak terhenti disitu, besok dan besoknya lagi sms ini terus bermunculan masuk di nomor Saya. Dan waktu itu …

Tukang bengkel yang baik (cerita singkat)

Aneh tapi lucu (cerita humor)

Tiga bersaudara Sebelum tiga bersaudara ini berpisah untuk merantau, mereka berjanji untuk menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari. sebagai tanda persaudaraan mereka. Salah satu sudara di antara mereka yang sudah lebih dulu berada di perantauan. Pergi ke warung yang sama setiap harinya di warung itu, pemuda ini selalu membelikan sasetan kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama.  Suatu hari pemilik warung bertanya kepada pemuda tersebut. Mas Saya melihat kamu selama ini, selalu membeli kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama?.
Lalu pemuda itu menjawab,....begini pak, kami ini tiga bersaudara satunya di pulau kayu, satunya lagi di pulai daun dan saya disini. Sebelum kami berangkat ke tempat kami masing-masing, kami punya perjanjian Pak. Yaitu, menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari untuk mengenang persaudaraan kami. Ow,,,,,,begitu, kata si pemilik warung.
Seminggu setelah itu, pemuda ini tidak pernah datang ke warung lagi, dan jarang terlihat di kompleks tempat Ia tinggal dan berk…

arti kata coconut(cerita humor)

Arti kata coconut
Coconut kata yang tak terlepas dari ingatan Boy, tak tahu darimana Dia mendengar kata ini.
Namun sayangnya, dia sendiri sama sekali tidak mengetahui arti kata”coconut” Kata ini pun menjadi santapan dalam pikirannya setiap saat Boy ingin tahu tapi dia sendiri kewalahan kepada siapa dia “caritahu untuk mengetahui arti kata ini?”
Suatu kesempatan dia lewat di depan rumah sahabatnya dan dia melihat temannya yang sedang duduk santai didepan teras rumahnya.
Permisi kawan sambil melayangkan senyum manisnya pada renal...
Eh...boy...mari duduk sini kawan. Sambut Renal dengan semangat. Sambil menikmati susana sore yang dingin dan sejuk. Boy bersisik pada Renal. Kawan bisakah saya bertanya? Iya bisa kawan. Kawan mau tanya apa, Lanjut Renal.
Boy cerita: jadi begini kawan, selama ini kata itu selalu ada dalam pikiran saya. Saya berusaha untuk lupa tapi gagal kawan. Renal : hahahahaha kata apa kawan. Boy : coconut kawan, tolong kawan, jelaskan ke saya apa artinya. Renal menunduk kepalanya denga…

Cinta tak pernah berakhir(cerita singkat)

Jeritan Alam ( Puisi )

Jeritan Alam Dia menjerit jeritannya tak bersuara
Dia menangis dalam tangisan tak bersuara
Dia menangis dengan air mata tak terlihat
Dia mengeluh dalam diam. Diam tak bersuara
Dia sunyi
Dia senyap
Burungpun hinggap di dahan kerontang yang lusuh, bukan dimakan usia.
Mereka ingin kembali terlihat, hanyalah hamparan yang menghampa Dalam gelisah pun mereka beranjak.
Dia menangis
Dia menangis
Ketika melihat si merah melalap, biru udara pun menyambung Dengan selimut hitam yang kian  pekat mengangkasa.

Tersisa hanyalah bercak hitam terhampar dan mengapung di tanah yang kering Sebentar lagi Dia ketepi dan lenyap. Lenyap dari pandangan
Baca juga:puisi rindu mengalungkan asa dan juga puisi aku didalam kamu
Penulis, Admin blog Kota tua, 20 april 2017

Tulisan si Boy(cerita singkat)

Tulisan Si Boy Tidak seperti biasanya, pagi itu, Andy mendahului kami semua. Tumben, pagi itu Dia berangkat pagi-pagi ke sekolah. Semenjak satu minggu yang lalu, kami menyelesaikan ujian tengah semester. Beberapa mata pelajaran hasilnya telah kami terima.
Bring...bring...bring, bunyi lonceng sebagai tanda bahwa sebentar lagi pelajaran di mulai. Dengan formal seperti biasa. Andy ayo masuk kelas ajakku dengan senyum.
Ndy...tumben kamu datang pagi-pagi hari ini, ada apa ya. Apakah aku tak bermimpi melihatmu pagi ini?
Hmmm...memangnya kenapa Jov,,,ko kamu bilang seperti itu! Aku kan rajin Jov, Kamu tahukan itu? Iya Ndy! Tapi tumben pagi ini, Kamu datang pagi-pagi dan bahkan mendahului kami semua.
Ayolah kita masuk kelas nanti baru kita bicarakan itu tegasnya dengan wajah yang sedikit murung. Beberapa menit dalam kelas, Dia melemparkan secarit kertas ke bahuku. Jov nilai ujianmu kemarin berapa?
Hmmm,,,Ips aku dapat nilai 8,5, Ndy. Kamu lihat punya saya tidak? Tidak Ndy, jawab Jov. Sebenarnya Dia …