Skip to main content

Pameran akhir tahun(cerita singkat)


Cerita singkat pameran akhir tahun

Dua pasangan yang sedang berpacaran duduk sambil menceritakan keadaan mereka sendiri. Disebuah waduk yang telah dijadikan sebagai tempat nongkrong dan rekreasi oleh semua warga kota. Tempat ini, tidak begitu jauh dari tempat mereka tinggal. Sambil menggulung secarit kertas ditangannya si cowok, bertanya  pada cewenyakenapa ya ko kita tidak pernah aman?padahal kita menjalani semua ini sudah cukup lama. Terkadang, aku tersimpuh heran kenapa dengan semua itu.

Kenapa kamu tanyakan itu ke saya! Ungkap si cewek dengan tampak wajahnya marah. Seharusnya kamu yang  menanyakan itu pada dirimu. ingat dan belajarlah pada masa lalumu.  Bukan begitu cinta, ungkap si cowok dengan penuh kesabaran, inikan masalahnya kita berdua bukan masalahnya orang lain, ya kita sendirilah yang mengatasi semuanya ini.

Kamu itu ya...setiap kali bicara, kamu hanya  memikirkan  dirimu  saja, seharusnya kamu sadar jack! Sadar...lho memangnya apa yang saya bicarakan tadicinta!ini bukan bicara masa lalu kan? Kamu juga harus sadar dengan masa lalumu sendiri, jangan kamu hanya berbicara tentang masa laluku saja.  Ungkap si cowok dengan penuh kemarahan.

Ya sudah, justru karena kita seperti ini maka semuanya tidak akan berubah.

Aku pulang sekarang!
Ok saya antar kamu pulang

Setelah seminggu tidak saling memberi kabar jack menelfon cinta, hallo mat malam sayang, kamu lagi apa? Bagaimana kabarmu.

Hmmm...tumben kamu telfon saya ada apa ya...ada mimpi ya di sela-sela tidurmu selama ini. Tidak juga sayang aku tidak mimpi. Terus ada apa kamu telfon pagi-pagi begini! Cintaku sayang, nanti malam ada pameran penutupan tahun di balai kota. Saya mau ajak kamu untuk kesana cinta.

Yes...yes...yes jam berapa sayang, kata temanku jam 16:00 sudah buka.

Oke entar kamu jemput akukan? Iya sayang. Oke saya tunggu ya, by...by...sayang.

Sepasang kekasih itu berjalan-jalan mengelilingi tempat pameran, dan mereka tertarik dengan sebuah lukisan yang tersandar pada sebuah besi pagar pembatas.
Geratis konsultasi peruntungan nasib. Ini geratis? Boleh menanyakan apa saja? Tanya si cowok.

Penjual poster itu mengangguk-angguk kepala dengan senyum kepada mereka berdua.
Mengapa kami berdua tidak pernah aman dan sulit merasakan kebahagiaan?  Tanya si cowok.
 Padahal kami pacaran sudah cukup lamalanjut si perempuan.
 
Penjual itu, mempersilah kan kepada keduanya untuk melihat sebuah ukiran sederhana diatas sebuah papan. Tulisan sebelah kiri masa lalu dan disebelah kanannya masa depan.

Penjual itupun berbicara dengan lembut.  Kata"seandainya" dan kata "seharusnya" membuatkan kalian tak nyaman. Kalian mengutamakan masa lalu kalian berdua dan tak sedikit pun kalian berbicara bagaimana dengan hari esok dan har-hari setereusnya setelah hari esok.

Kalian memandang masa lalu penuh sesal dan masa depan dengan penuh kehampaan dan kekhawatiran.

 Lanjut penjual poster itu.

Baca juga cerita lainnya
Cerita singkat tak selamanya di miliki 
Tulisan si Boy 

Kedua pasangan itu saling memandang dan menggaruk-garuk kepala masing-masing.

Apakah ada resep bahagia dan kenyamanan untuk kami berdua, di tahun baru? Tanya pasangan itu bersamaan.

Berpeganglah pada dua kata penting dalam kehidupankata si penjual dengan senyum.

Apa dua kata itu? Tanya kedua pasangan itu.

Hari ini dan esok. Hiduplah untuk hari ini, esok dan esok.
Tamat


Comments

  1. ya benar, kita harus memikirkan hari ini dan esok karena masa lalu tak dapat di ubah

    ReplyDelete

Post a Comment

Budayakan membaca sebelum berkomentar. komentar harus sesuai cerita dan label. Dilarang menaruh link aktif dan juga spam. terimakasih kerja samanya.

CERITA POPULER

waktu adalah Uang(cerita humor)

Waktu adalah uang Disuatu kampung, memiliki tradisi yang sangat pekat. Yang mana, setiap penutupan tahun kampung tersebut mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya evaluasi penghasilan petani untuk seluruh mayarakyat kampung itu. 

Pada kesempatan itu, pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala suku untuk menyampaikan pidato didepan masyarakat yang hadir. Emsi : Baiklah Bapa/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pidato singkat dari kepala suku. Waktu dan kesempatan saya berikan. 

Semua masyarakat menyambut kepala suku dengan tepuk tangan yang meriah. Kepala suku : Baik terimakasih atas kesempatan yang di berikan, Bapa/Ibu yang saya banggakan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Essa karena penghasilan kita tahun ini sangat-sangat minim, mari kita tepuk tangan. Semua Masyarakat bersorak sorai dan bertepuk tangan, dan bahkan diantara mereka ada yang geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang sampaikan oleh pemimpin mereka. Masyarakat : waaaa...kepala su…

Sms No sex dan Sara adalah penipuan(cerita penting)

Sms No sex dan Sara adalah penipuanAwalnya saya sempat bingung dengan sms tersebut, dan saya sempat bertanya dalam hati. Darimana Dia mendapatkan nomor saya? Ketika itu saya mengabaikannya. Esok harinya sms ini pun muncul lagi.
Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, anehnya sms ini muncul dengan Nomor yang berbeda. 

Saya coba telfon nomor pengirimnya tapi "tidak bisa dihubungi" Kemudian di nomor yang minta untuk dihubungi juga, dengan nomor yang berbeda-beda. Setiap kali mengirim sms ke saya. 

Hari pertama, kedua dan selama satu minggu, sms ini dikirim ke Saya hampir setiap hari.
Dengan jam yang berbeda.
Pada minggu kedua sms ini pun, kembali masuk di nomor Saya, lalu Saya telfon menggunakan kartu tri Saya, di nomor yang tertera dalam sms tersebut 08091xxxxxx  satu menit telfon,  pulsa 10000 ribu habis. 
Saya kesal dan sempat marah, mau bilang apa? Ini kan salah sendiri. Tak terhenti disitu, besok dan besoknya lagi sms ini terus bermunculan masuk di nomor Saya. Dan waktu itu …

Tukang bengkel yang baik (cerita singkat)

Aneh tapi lucu (cerita humor)

Tiga bersaudara Sebelum tiga bersaudara ini berpisah untuk merantau, mereka berjanji untuk menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari. sebagai tanda persaudaraan mereka. Salah satu sudara di antara mereka yang sudah lebih dulu berada di perantauan. Pergi ke warung yang sama setiap harinya di warung itu, pemuda ini selalu membelikan sasetan kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama.  Suatu hari pemilik warung bertanya kepada pemuda tersebut. Mas Saya melihat kamu selama ini, selalu membeli kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama?.
Lalu pemuda itu menjawab,....begini pak, kami ini tiga bersaudara satunya di pulau kayu, satunya lagi di pulai daun dan saya disini. Sebelum kami berangkat ke tempat kami masing-masing, kami punya perjanjian Pak. Yaitu, menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari untuk mengenang persaudaraan kami. Ow,,,,,,begitu, kata si pemilik warung.
Seminggu setelah itu, pemuda ini tidak pernah datang ke warung lagi, dan jarang terlihat di kompleks tempat Ia tinggal dan berk…

arti kata coconut(cerita humor)

Arti kata coconut
Coconut kata yang tak terlepas dari ingatan Boy, tak tahu darimana Dia mendengar kata ini.
Namun sayangnya, dia sendiri sama sekali tidak mengetahui arti kata”coconut” Kata ini pun menjadi santapan dalam pikirannya setiap saat Boy ingin tahu tapi dia sendiri kewalahan kepada siapa dia “caritahu untuk mengetahui arti kata ini?”
Suatu kesempatan dia lewat di depan rumah sahabatnya dan dia melihat temannya yang sedang duduk santai didepan teras rumahnya.
Permisi kawan sambil melayangkan senyum manisnya pada renal...
Eh...boy...mari duduk sini kawan. Sambut Renal dengan semangat. Sambil menikmati susana sore yang dingin dan sejuk. Boy bersisik pada Renal. Kawan bisakah saya bertanya? Iya bisa kawan. Kawan mau tanya apa, Lanjut Renal.
Boy cerita: jadi begini kawan, selama ini kata itu selalu ada dalam pikiran saya. Saya berusaha untuk lupa tapi gagal kawan. Renal : hahahahaha kata apa kawan. Boy : coconut kawan, tolong kawan, jelaskan ke saya apa artinya. Renal menunduk kepalanya denga…

Cinta tak pernah berakhir(cerita singkat)

Jeritan Alam ( Puisi )

Jeritan Alam Dia menjerit jeritannya tak bersuara
Dia menangis dalam tangisan tak bersuara
Dia menangis dengan air mata tak terlihat
Dia mengeluh dalam diam. Diam tak bersuara
Dia sunyi
Dia senyap
Burungpun hinggap di dahan kerontang yang lusuh, bukan dimakan usia.
Mereka ingin kembali terlihat, hanyalah hamparan yang menghampa Dalam gelisah pun mereka beranjak.
Dia menangis
Dia menangis
Ketika melihat si merah melalap, biru udara pun menyambung Dengan selimut hitam yang kian  pekat mengangkasa.

Tersisa hanyalah bercak hitam terhampar dan mengapung di tanah yang kering Sebentar lagi Dia ketepi dan lenyap. Lenyap dari pandangan
Baca juga:puisi rindu mengalungkan asa dan juga puisi aku didalam kamu
Penulis, Admin blog Kota tua, 20 april 2017

Tulisan si Boy(cerita singkat)

Tulisan Si Boy Tidak seperti biasanya, pagi itu, Andy mendahului kami semua. Tumben, pagi itu Dia berangkat pagi-pagi ke sekolah. Semenjak satu minggu yang lalu, kami menyelesaikan ujian tengah semester. Beberapa mata pelajaran hasilnya telah kami terima.
Bring...bring...bring, bunyi lonceng sebagai tanda bahwa sebentar lagi pelajaran di mulai. Dengan formal seperti biasa. Andy ayo masuk kelas ajakku dengan senyum.
Ndy...tumben kamu datang pagi-pagi hari ini, ada apa ya. Apakah aku tak bermimpi melihatmu pagi ini?
Hmmm...memangnya kenapa Jov,,,ko kamu bilang seperti itu! Aku kan rajin Jov, Kamu tahukan itu? Iya Ndy! Tapi tumben pagi ini, Kamu datang pagi-pagi dan bahkan mendahului kami semua.
Ayolah kita masuk kelas nanti baru kita bicarakan itu tegasnya dengan wajah yang sedikit murung. Beberapa menit dalam kelas, Dia melemparkan secarit kertas ke bahuku. Jov nilai ujianmu kemarin berapa?
Hmmm,,,Ips aku dapat nilai 8,5, Ndy. Kamu lihat punya saya tidak? Tidak Ndy, jawab Jov. Sebenarnya Dia …