Skip to main content

kebahagiaan (cerita singkat)


Ingin bahagia


Entah kenapa, pemuda ini merasa begitu kurang nyaman berada di kota, tempat ia tinggal. Tak tahu apa yang sedang terjadi di kota itu saat itu. Dia berjalan dengan penuh kebingungan, dengan raut wajah yang tak sepontan. 

Mengapa dia seperti ini? dan bahkan tak tahu juga masalah yang sedang terjadi padanya.  Terkadang, ia berteriak aku ingin tenang...aku ingin  tenangsemuanya menjadi ketakutan dengan suaranya yang melengking keras.

Ia melihat dan menyaksikan teman-teman seangkatannya diborgol dan ada juga yang masuk ke tempat rehabilitasi, dikota tempat Ia tinggal. melihat situasi yang meraja ini, Ia pun memutuskan diri untuk meninggalkan tempat tinggalnya.

Suatu waktu, Ia bicara dengan dengan ibunya.

Ibu,,,aku ingin ke suatu tempat          
Mau kemana kau? Aku ingin ke suatu tempat yang kalian tak tahu keberadaannya.
Tidak! Kamu tidak boleh pergi! Memangnya mau kemana Nak?
Aku ingin jauh dari semua ini

Ayah nya dengan serius mengerjakan laporan proyek tahunan

Dia bergegas ke kamar dan menyiapkan segala perlengkapan perjalanannya. Dengan cepat dia meninggalkan rumahnya, menuju tempat yang jauh dari kota. Susana disana mungkin, membuat aku  betah dan merasa nyaman. 

Kenapa ini bisa terjadi! Apakah ada segelintir kesalahan pada aparat keamanan kota? Ya Itu tidak mungkin! mereka juga terjebak dengan suasana yang risau ini.

Aku akan kembali setelah semuanya berubah. Agar aku bisa bercanda ria dengan mereka seperti dahulu. Semuanya hampir habis, hanya aku...dan aku...seorang tersisa yang lain tak tahu entah disana, atau mereka diam diruang sempit yang di lapisi besi.

Begitu jauhnya perjalananku, dan tibalah Aku pada sebuah tempat dilereng gunung, yang sebagian darinya dipenuhi batu, juga bebatuan. Aku terus mendaki terkadang aku duduk membasuh keringat yang mengucur.

Beberapa langkah dari tempat istirahat, Akupun melihat sebuah gubuk tuah, dengan dinding dan atapnya, serba papan.

Digubuk itu, Aku manyampaikan segala keluhan batin yang ku derita, berminggu-minggu kami menceritakan semua yang terjadi. Tetapi, aku tak kunjung diberi jawaban yang tepat atas semua ini.

Dia adalah seorang yang memiliki pengetahuan yang sangat luas, tak tahu juga darimana dia mendapatkan semua itu. Sungguh membingungkan! Hari baiknya telah tiba, dia menyuguhkan segelas kopi hitam yang pekat dihadapanku.

Dari mana kamu tahu tempatku nak?
Bukannya kamu berada di kota yang penuh keistimewaan itu!
Aku tidak tahu kenapa aku berada disini. Aku cukup merasa nyaman disini

Apa yang terjadi padamu?

Aku bingung kenapa semua ini bisa terjadi setiap harinya aku diracuni kebisingan dan bisikan-bisikan mereka. Yang selalu menghampiri telingaku setiap harinya. Aku telah berusaha tetapi semuanya sia-sia. Aku melihat kawan-kawanku seperti orang gila dan kemomos.
Aku mencari ketenangan, aku ingin masa depanku penuh keceriaan dan kebahagiaan.

Jika kamu ingin bahagia! Jauhilah mikroba dan katakan tidak!  Padanya.
Mikroba?
Iya! Itu yang membuat segalanya berantakan.

Ha? Mikroba apa yang membuat manusia bisa jadi seperti itu?

Mungkin karena itu, makanya kamu berusaha mencari tempat yang nyaman dan aman agar jauh dari rayuan-rayuan maut mereka. Lanjut kakek Tua itu

Oh...Narkoba!
 
Iya itu dia...

Lalu? Apa yang harus aku lakukan.

Simpel dan tidak rumit! katakan tidak pada narkobadan dengan doa niatmu untuk tidak pada narkoba akan terjawab. Masa depan ada pada genggamanmu dan kamu pun akan melayang bahagia bersamanya di kemudian hari. Tamat


Comments

CERITA POPULER

waktu adalah Uang(cerita humor)

Waktu adalah uang Disuatu kampung, memiliki tradisi yang sangat pekat. Yang mana, setiap penutupan tahun kampung tersebut mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya evaluasi penghasilan petani untuk seluruh mayarakyat kampung itu. 

Pada kesempatan itu, pembawa acara memberikan kesempatan kepada kepala suku untuk menyampaikan pidato didepan masyarakat yang hadir. Emsi : Baiklah Bapa/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, kita akan mendengarkan pidato singkat dari kepala suku. Waktu dan kesempatan saya berikan. 

Semua masyarakat menyambut kepala suku dengan tepuk tangan yang meriah. Kepala suku : Baik terimakasih atas kesempatan yang di berikan, Bapa/Ibu yang saya banggakan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Essa karena penghasilan kita tahun ini sangat-sangat minim, mari kita tepuk tangan. Semua Masyarakat bersorak sorai dan bertepuk tangan, dan bahkan diantara mereka ada yang geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang sampaikan oleh pemimpin mereka. Masyarakat : waaaa...kepala su…

Sms No sex dan Sara adalah penipuan(cerita penting)

Sms No sex dan Sara adalah penipuanAwalnya saya sempat bingung dengan sms tersebut, dan saya sempat bertanya dalam hati. Darimana Dia mendapatkan nomor saya? Ketika itu saya mengabaikannya. Esok harinya sms ini pun muncul lagi.
Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, anehnya sms ini muncul dengan Nomor yang berbeda. 

Saya coba telfon nomor pengirimnya tapi "tidak bisa dihubungi" Kemudian di nomor yang minta untuk dihubungi juga, dengan nomor yang berbeda-beda. Setiap kali mengirim sms ke saya. 

Hari pertama, kedua dan selama satu minggu, sms ini dikirim ke Saya hampir setiap hari.
Dengan jam yang berbeda.
Pada minggu kedua sms ini pun, kembali masuk di nomor Saya, lalu Saya telfon menggunakan kartu tri Saya, di nomor yang tertera dalam sms tersebut 08091xxxxxx  satu menit telfon,  pulsa 10000 ribu habis. 
Saya kesal dan sempat marah, mau bilang apa? Ini kan salah sendiri. Tak terhenti disitu, besok dan besoknya lagi sms ini terus bermunculan masuk di nomor Saya. Dan waktu itu …

Tukang bengkel yang baik (cerita singkat)

Aneh tapi lucu (cerita humor)

Tiga bersaudara Sebelum tiga bersaudara ini berpisah untuk merantau, mereka berjanji untuk menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari. sebagai tanda persaudaraan mereka. Salah satu sudara di antara mereka yang sudah lebih dulu berada di perantauan. Pergi ke warung yang sama setiap harinya di warung itu, pemuda ini selalu membelikan sasetan kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama.  Suatu hari pemilik warung bertanya kepada pemuda tersebut. Mas Saya melihat kamu selama ini, selalu membeli kopi yang sama dan dengan jumlah yang sama?.
Lalu pemuda itu menjawab,....begini pak, kami ini tiga bersaudara satunya di pulau kayu, satunya lagi di pulai daun dan saya disini. Sebelum kami berangkat ke tempat kami masing-masing, kami punya perjanjian Pak. Yaitu, menghabiskan tiga gelas kopi dalam sehari untuk mengenang persaudaraan kami. Ow,,,,,,begitu, kata si pemilik warung.
Seminggu setelah itu, pemuda ini tidak pernah datang ke warung lagi, dan jarang terlihat di kompleks tempat Ia tinggal dan berk…

arti kata coconut(cerita humor)

Arti kata coconut
Coconut kata yang tak terlepas dari ingatan Boy, tak tahu darimana Dia mendengar kata ini.
Namun sayangnya, dia sendiri sama sekali tidak mengetahui arti kata”coconut” Kata ini pun menjadi santapan dalam pikirannya setiap saat Boy ingin tahu tapi dia sendiri kewalahan kepada siapa dia “caritahu untuk mengetahui arti kata ini?”
Suatu kesempatan dia lewat di depan rumah sahabatnya dan dia melihat temannya yang sedang duduk santai didepan teras rumahnya.
Permisi kawan sambil melayangkan senyum manisnya pada renal...
Eh...boy...mari duduk sini kawan. Sambut Renal dengan semangat. Sambil menikmati susana sore yang dingin dan sejuk. Boy bersisik pada Renal. Kawan bisakah saya bertanya? Iya bisa kawan. Kawan mau tanya apa, Lanjut Renal.
Boy cerita: jadi begini kawan, selama ini kata itu selalu ada dalam pikiran saya. Saya berusaha untuk lupa tapi gagal kawan. Renal : hahahahaha kata apa kawan. Boy : coconut kawan, tolong kawan, jelaskan ke saya apa artinya. Renal menunduk kepalanya denga…

Cinta tak pernah berakhir(cerita singkat)

Jeritan Alam ( Puisi )

Jeritan Alam Dia menjerit jeritannya tak bersuara
Dia menangis dalam tangisan tak bersuara
Dia menangis dengan air mata tak terlihat
Dia mengeluh dalam diam. Diam tak bersuara
Dia sunyi
Dia senyap
Burungpun hinggap di dahan kerontang yang lusuh, bukan dimakan usia.
Mereka ingin kembali terlihat, hanyalah hamparan yang menghampa Dalam gelisah pun mereka beranjak.
Dia menangis
Dia menangis
Ketika melihat si merah melalap, biru udara pun menyambung Dengan selimut hitam yang kian  pekat mengangkasa.

Tersisa hanyalah bercak hitam terhampar dan mengapung di tanah yang kering Sebentar lagi Dia ketepi dan lenyap. Lenyap dari pandangan
Baca juga:puisi rindu mengalungkan asa dan juga puisi aku didalam kamu
Penulis, Admin blog Kota tua, 20 april 2017

Tulisan si Boy(cerita singkat)

Tulisan Si Boy Tidak seperti biasanya, pagi itu, Andy mendahului kami semua. Tumben, pagi itu Dia berangkat pagi-pagi ke sekolah. Semenjak satu minggu yang lalu, kami menyelesaikan ujian tengah semester. Beberapa mata pelajaran hasilnya telah kami terima.
Bring...bring...bring, bunyi lonceng sebagai tanda bahwa sebentar lagi pelajaran di mulai. Dengan formal seperti biasa. Andy ayo masuk kelas ajakku dengan senyum.
Ndy...tumben kamu datang pagi-pagi hari ini, ada apa ya. Apakah aku tak bermimpi melihatmu pagi ini?
Hmmm...memangnya kenapa Jov,,,ko kamu bilang seperti itu! Aku kan rajin Jov, Kamu tahukan itu? Iya Ndy! Tapi tumben pagi ini, Kamu datang pagi-pagi dan bahkan mendahului kami semua.
Ayolah kita masuk kelas nanti baru kita bicarakan itu tegasnya dengan wajah yang sedikit murung. Beberapa menit dalam kelas, Dia melemparkan secarit kertas ke bahuku. Jov nilai ujianmu kemarin berapa?
Hmmm,,,Ips aku dapat nilai 8,5, Ndy. Kamu lihat punya saya tidak? Tidak Ndy, jawab Jov. Sebenarnya Dia …